Instrumen · Risiko Tinggi
Reksadana Saham
Cara paling gampang ikut memiliki banyak perusahaan Indonesia sekaligus, mulai dari Rp10 ribu.
Risiko tinggiData Feb 1999 – Sep 2026
Rata-rata/tahun, 5 thn terakhir-0,2%
Rata-rata/tahun, 10 thn terakhir+1,7%
Tahun terbaik+87,6%2009
Tahun terburuk-50,3%2008
Data di atas adalah pendekatan: IHSG (sudah termasuk perkiraan dividen) dikurangi perkiraan biaya reksadana 2% per tahun. Kinerja tiap produk reksadana saham bisa jauh berbeda.
Apa itu?
Reksadana saham menaruh minimal 80% dananya di saham. Dengan membeli satu unit, kamu ikut memiliki sedikit bagian dari puluhan perusahaan sekaligus, dipilihkan oleh manajer investasi.
Ada dua jenis yang perlu kamu tahu:
- Reksadana saham aktif: manajer investasi memilih saham sendiri, berusaha mengalahkan pasar. Biayanya lebih tinggi.
- Reksadana indeks: hanya mengikuti indeks seperti LQ45 atau IDX30. Biayanya lebih murah. Untuk pemula, ini sering jadi pilihan yang masuk akal.
Kelebihan
- Mudah: tidak perlu menganalisis perusahaan satu per satu.
- Sudah terdiversifikasi ke banyak saham.
- Mulai dari Rp10 ribu, cocok untuk investasi rutin.
Risikonya
- Bisa turun 20–40% dalam setahun saat pasar saham jatuh.
- Ada biaya pengelolaan sekitar 1–3% per tahun yang sudah dipotong dari NAB. Banyak reksadana saham aktif kinerjanya justru di bawah IHSG setelah dipotong biaya.
- Butuh waktu panjang. Di bawah 5 tahun, peluang rugi masih cukup besar.
Cocok untuk
- Uang yang tidak dipakai minimal 5 tahun.
- Profil Moderat dan Agresif.
Cara beli
Lewat aplikasi reksadana yang terdaftar di OJK. Bandingkan beberapa produk dari biaya pengelolaan dan kinerja jangka panjang (5 tahun ke atas) dibanding IHSG, bukan dari kinerja 1 tahun terakhir saja.